Peningkatan kompetensi guru dewasa ini menjadi isu strategis dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Hal itu tercantum dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan UURI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Bahkan menurut PPRI Nomor 19 Tahun 2005 tersebut pada pasal 31 ditegaskan bahwa selain kualifikasi, guru sebagai tenaga pendidik juga dituntut untuk memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian yang diajarkannya. Kompetensi guru tersebut mencakup empat jenis, yaitu (1) kompetensi pedagogi, (2) kompetensi profesional, (3) kompetensi sosial, dan (4) kompetensi kepribadian.

Upaya peningkatan keempat kompetensi itu merupakan upaya peningkatan profesionalisme guru. Salah satu cara untuk meningkatkan profesionalisme dapat dicapai oleh guru dengan cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara berkesinambungan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Ahmar dalam Santyasa (2007) bahwa praktik pembelajaran melalui PTK dapat meningkatkan profesionalisme guru.

Di sisi lain, dalam kenyataan observasi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian  besar guru dalam meningkatkan kompetensinya atau mereka yang sudah waktunya naik pangkat dari golongan IV a ke IV b masih banyak yang menemui hambatan. Salah satu penyebab kesulitan itu adalah dalam membuat karya tulis ilmiah yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Persepsi yang dimunculkan adalah karena menyita waktu dan membutuhkan perhitungan yang rumit. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengetahuan yang cukup mengenai PTK agar segala macam persepsi negatif tersebut perlahan dapat dihilangkan.

Selanjutnya, dalam blog ini disajikan makalah tentang pengertian PTK, karakteristik dan prinsip-prinsip PTK, tujuan dan manfaat PTK, pelaksanaan PTK, PTK bagi guru/kepala sekolah, serta penilaian PTK. Makalah dalam bentuk PDF tersebut dapat didownload pada link di bawah ini.

Semoga dapat bermanfaat.🙂

Penelitian Tindakan Kelas Download