Hello Sobat Matematika semua…

Masih semangat untuk belajar matematika kan? So, pasti…🙂

Pada beberapa postingan sebelumnya, kita sudah belajar beberapa hal tentang penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kita jadi mengetahui bahwa matematika itu sangat unik dan menyenangkan yang selalu hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Baik itu kehidupan kita sebagai siswa, guru, ibu rumah tangga, pedagang, sopir, pilot, manager, insinyur, atau para pekerja lainnya. Oleh karena itu, matematika tidak dapat kita pisahkan dari kehidupan sehari-hari.  Pada episode kali ini kita akan belajar matematika dalam kehidupan sehari-hari lainnya yaitu pada aktivitas yang tidak asing bagi kita, menyiram bunga.

Nah, siapa diantara sobat semua yang gemar berkebun? Atau mungkin biasa mengamati kebun yang penuh dengan aneka bunga berwarni-warni, pasti tidak asing dengan aktivitas menyiram bunga. Dan tanpa disadari dalam aktivitas yang sering kita lakukan ini kita juga dapat belajar matematika Guys… Loh, kok bisa? (eits, penasaran ya?) Lets check it out…

Mari kita tinjau dari segi sederhana saja.

Kadang-kadang kita menyiram bunga tidak menggunakan gembor, tetapi kita menggunakan ember yang kita lubangi bagian bawahnya dan membawa embernya keliling-keliling di sekitar petak bunga. Kelihatannya sama saja, tetapi jika dipikir lagi, dibandingkan dengan gembor yang hanya berlubang di bagian mulutnya… pada proses mengisi air dan membawa ember itu dari keran air ke petak bunga, pasti sudah ada air yang tumpah dan bunga yang paling deket dengan keran air akan menerima air paling banyak, atau malah kebanyakan, sementara petak bunga yang letaknya paling jauh dari keran air akan menerima air paling sedikit. Tanpa rumus matematika, kita dapat mengetahui jika gembor lebih efektif daripada ember yang bagian bawahnya dilubangi.

Sekarang, bagaimana jika kita bandingkan antara menyiram bunga dengan menggunakan gembor atau selang air, manakah dari keduanya yang lebih efektif? Jika kita perhatikan, masing-masing punya kelemahan. Dengan menggunakan selang air, kita tidak dapat langsung mengukur berapa banyak air yang dikeluarkan untuk sepetak bunga. Jika menggunakan gembor, kita dapat dengan mudah mengukur berapa banyak air yang diperlukan untuk menyiram bunga. Misalnya dengan menggunakan gembor sekali angkut 4 liter, lima kali angkut 20 liter. Jika saja yang tumpah dalam sekali angkut adalah 200 ml, berarti bisa menyiram seluruh petak bunga dengan 19 liter. Sementara untuk mengukur dengan selang air, kita harus memperhitungkan kecepatan air mengalir dan jumlah air yang keluar dari mulut selang dalam satu waktu tertentu (misalnya 10 menit), dan banyaknya air yang tumpah atau tidak terpakai adalah air yang masih ada dalam badan selang setelah air dimatikan. Nah, jika kita berhasil menghitungnya, baru kita dapat mengetahui pada saat bagaimana selang lebih efektif, dan pada saat bagaimana gembor lebih efektif. Meskipun jelas dengan menggunakan gembor lebih banyak tenaga yang dikeluarkan sehingga lelah dalam mengangkatnya daripada dengan menggunakan selang air yang cukup simple dalam membawanya.

Nah, sobat semua, sekarang sudah lebih bisa akrab dengan matematika kan? Karena matematika hadir dalam setiap detik kehidupan kita. Matematika tak mungkin dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari kita mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Oleh karena itu, dalam belajar matematika di sekolah juga sebaiknya kita kaitkan matematika dengan konteks kehidupan sehari-hari agar matematika dapat terasa lebih menyenangkan dan bermakna, yaitu sangat bermanfaat bagi kehidupan. Atau jika mungkin kita sebagai orang tua, dapat juga turut mengajari anak untuk gemar matematika melalui segala aktivitas harian kita.

So, let’s make mathematics part of our life… and just say this word before you learn mathematics.  “I love mathematics, yes I can!” It sounds great!

Ganbatte Kudasai!🙂