A. Pendahuluan

Pada hari Selasa, 25 Oktober 2011 dilakukan observasi di kelas V B SD Yayasan IBA Palembang. Dalam observasi tersebut, guru melakukan review terhadap materi yang telah diajarkan sebelumnya yaitu melakukan operasi hitung satuan waktu. Guru memberi latihan soal tentang operasi hitung satuan waktu dengan menggunakan permainan Sisa Waktuku yang dikerjakan siswa secara berkelompok dan selanjutnya memberikan kartu masalah yang berisi 4 butir soal yang dikerjakan siswa secara individu dengan waktu singkat dan siswa berlomba untuk mengerjakannya ke depan kelas.

B. Tujuan

Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melakukan operasi hitung satuan waktu.

C. Rumusan Masalah

Masalah yang diangkat dalam laporan observasi ini adalah apakah siswa dapat melakukan operasi hitung satuan waktu?

D. Deskripsi Data

Guru memberikan perlengkapan permainan Sisa Waktuku berupa papan permainan, orang-orangan, dan dadu. Papan permainan berbentuk segi empat yang berisi ilustrasi kegiatan yang dilakukan siswa dengan lamanya waktu yang diperlukan. Orang-orangan dibuat bentuk bangun ruang seperti balok dengan berbeda ukuran dan tabung tanpa alas dan tutup. Permainan ini dikerjakan siswa secara berkelompok yang terdiri dari empat sampai lima orang. Dengan aturan permainan hampir sama dengan bermain ular tangga dengan beberapa modifikasi.

Gambar 1. Guru menjelaskan aturan permainan Sisa waktuku

Gambar 2. Antusias siswa dalam permainan Sisa Waktuku

Terlihat siswa sangat antusias dan semangat karena bagi siswa yang dapat mencapai kotak finish lebih dahulu dan hasil perhitungannya benar akan menjadi juara dalam kelompok tersebut serta akan mendapat bintang penghargaan dan selanjutnya dipasang dalam papan keaktifan kelompok. Siswa berusaha menghitung dengan cepat. Selama proses permainan, guru berkeliling untuk mengamati aktivitas siswa. Setelah beberapa lama, ada satu kelompok yang telah berhasil mencapai kotak finish, guru meminta siswa menghentikan permainan, dan siswa yang berhasil mencapai kotak finish diberi kesempatan untuk menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis serta mempresentasikannya ke depan kelas. Selama presentasi, siswa pada kelompok yang lain memperhatikan dan memberikan tanggapan serta mendiskusikannya secara klasikal dengan panduan dari guru. Sebagai penghargaan bagi siswa yang sudah maju mempresentasikan jawabannya, meski masih belum tepat, guru membimbing untuk dapat menemukan jawaban yang tepat dan selanjutnya siswa diberi reward berupa bintang sebagai bentuk nilai tambahan.

E. Analisis

Sebagian besar siswa sangat senang dan bersemangat dalam memainkan permainan Sisa Waktuku. Mereka berusaha menjalankan orang-orangan dan menjawab soal yang ada untuk dapat segera mencapai kotak finish dan menjadi juara. Antusiasme mereka terlihat dengan selalu bertanya kepada guru ketika menemui kesulitan. Di lain pihak, dengan seringnya mereka bertanya tentang bagaimana menyelesaikan masalah yang ada dalam permainan Sisa Waktuku, menandakan mereka belum begitu memahami konsep operasi hitung satuan waktu. Mereka masih mengalami kesulitan dalam menjumlahkan atau mengurangkan satuan waktu yang berbeda antara jam, menit, dan detik. Hal ini menyebabkan waktu yang digunakan untuk mencapai kotak finish lebih lama.

Kelompok yang telah selesai mengerjakan soal bertepuk tangan menandakan mereka puas dengan hasil pekerjaannya dan memberi motivasi kepada kelompok lain yang belum selesai. Pada saat itu hanya ada dua kelompok yang berhasil menyelesaikan permainan dan mencapai kotak finish. Selanjutnya guru memberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil permainannya di depan kelas. Setelah dicermati bersama ternyata masih terjadi kesalahan dalam melakukan operasi hitung satuan waktu.

Kesalahan yang dilakukan sebagian siswa adalah dalam menjumlahkan atau mengurangkan satuan waktu yang berbeda tetapi mereka menganggap sama. Mereka juga masih menemui kesulitan untuk mengubah satuan waktu dari menit menjadi jam atau dari detik menjadi menit, dan dari detik menjadi jam. Selain itu, ada sebagian siswa yang masih kesulitan untuk menyederhanakan penulisan waktu. Akan tetapi setelah didiskusikan secara klasikal mereka dapat saling mengoreksi sehingga dapat mengerti kesalahan masing-masing. Dengan bimbingan guru, siswa akhirnya dapat memahami operasi hitung satuan waktu.

Gambar 3. Perwakilan kelompok menuliskan jawaban di papan tulis

  Gambar 4. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil permainan ke depan kelas

Setelah siswa bekerja dalam kelompok dan mendiskusikannya secara klasikal, guru menanyakan kepada siswa apakah ada diantara mereka yang masih megalami kesulitan terhadap materi yang dipelajari. Selanjutnya, guru memberikan kartu masalah yang berisi empat butir soal dan harus dikerjakan oleh siswa secara individu dalam waktu yang cukup singkat dan yang sudah selesai diberi kesempatan tunjuk jari kemudian menuliskan jawabannya di papan tulis dan mempresentasikannya secara individu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dan pemahaman siswa secara individu dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung satuan waktu.

Gambar 5. Siswa mengerjakan soal di depan kelas

Gambar 6. Contoh bentuk jawaban siswa

Dalam waktu singkat ada beberapa siswa tunjuk jari untuk mengerjakan dan mempresentasikan ke depan kelas dengan kesadaran sendiri. Dari kegiatan tersebut diperoleh hasil bahwa masih ada sebagian siswa yang belum dapat menyelesaikan masalah dengan benar. Hal ini terjadi karena kemungkinan siswa belum memahami spenuhnya terhadap operasi hitung yang melibatkan satuan waktu yang berbeda. Selain itu, ada siswa yang melakukan operasi hitung seperti penjumlahan dan pengurangan pada aljabar biasa. Sehingga belum tepat dalam menjawab soal. Namun demikian, ada satu hal yang bagus dan perlu dipertahankan dari diri siswa. Pada saat mengetahui jawabannya belum tepat guru memberi kesempatan untuk membenarkan kembali, mereka tidak putus asa untuk mencoba menghitung lagi sampai menyadari kesalahannya dan dapat menemukan sendiri jawaban yang tepat. Guru dapat menahan untuk tidak langsung menunjukkan jawaban yang benar tetapi sangat apresiatif terhadap usaha siswa menemukan sendiri pemahamannya. Selanjutnya memberi reward berupa bintang kepada siswa yang telah berhasil menjawab soal di depan kelas.

Gambar 7. Ekspresi gembira siswa mendapatkan bintang dan memasangnya pada papan keaktifan kelompok

Manfaat yang dapat dirasakan dengan pembelajaran PMRI pada materi pengukuran waktu adalah minat dan motivasi siswa dalam mempelajari matematika semakin tinggi. Keaktifan dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok serta keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat juga semakin meningkat. Siswa juga menjadi lebih memahami konsep dan kegunaan mempelajari pengukuran waktu dan melakukan operasi hitung satuan waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Guru diharapkan selalu memberikan soal latihan yang harus dikerjakan siswa secara individu setelah penanaman konsep materi tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Latihan soal juga sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah. Karena hasil akhir nilai siswa bukan merupakan satu-satunya alat untuk mengukur kesuksesan dalam suatu proses pembelajaran. Akan tetapi, hal yang lebih diutamakan adalah penilaian terhadap keberlangsungan sebuah proses pembelajaran dengan segala keaktifan siswa yang terbentuk dalam proses tersebut.

F. Kesimpulan

Sebagian siswa sudah menguasai konsep operasi hitung satuan waktu namun sebagian lainnya ada yang belum memahami sehingga merasa kesulitan saat mengerjakan soal.