Belajar matematika sering diidentikkan dengan belajar tentang hal yang berkutat dengan rumus-rumus ataupun deretan bilangan dari 0 sampai dengan 9. Namun, jika dikaji lebih dalam, banyak hal berharga yang dapat kita ambil sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bilangan nol yang di dalam terkandung sebuah filosofi unik. Pelajaran tentang bilangan nol, dari sejak zaman dahulu hingga sekarang selalu menimbulkan kebingungan bagi para pelajar hingga mahasiswa, bahkan masyarakat pengguna. Mungkin terbersit di dalam pikiran kita mengapa hal itu bisa terjadi. Bukankah bilangan nol itu mewakili sesuatu yang tidak ada dan yang tidak ada itu ada, yakni nol. Cukup membingungkan bukan? Tetapi disinilah letak seninya dalam  belajar matematika yang abstrak.

Posisi bilangan 0 di dalam sebuah bilangan asli, lambang bilangan 0 jika diletakkan pada sisi sebelah kanan (bukan terletak di urutan paling depan) maka akan mempunyai nilai sesuai letaknya, sedang jika diletakkan pada sisi paling kiri (urutan terdepan sebuah bilangan) lambang bilangan 0 tak mempunyai arti apapun. Misalnya kita mempunyai bilangan 888, jika pada sisi kanan kita tambahkan lambang bilangan 0 maka nilainya menjadi 8880, lambang bilangan 0 mempunyai arti/nilai. Namun jika kita letakkan di sisi paling kiri menjadi 0888, maka lambang bilangan 0 tidak mempunyai arti/nilai. Filosofi yang dapat kita ambil dalam hal ini adalah bahwa sesuatu yang tidak nyata-nyata ada, tidak akan bernilai apapun jika ditempatkan pada posisi paling depan. Yang berhak menempati posisi terdepan adalah mereka yang nyata-nyata mempunyai nilai. Jadi jika kita ingin mencapai posisi terdepan maka kita harus bernilai terlebih dahulu. Teruslah berproses untuk menjadikan diri kita bernilai, yaitu dapat bermanfaat untuk orang-orang di sekeliling kita.

Bilangan 0 dalam penjumlahan dan pengurangan, sebuah bilangan baik positif maupun negatif jika dijumlah atau dikurang dengan 0 maka nilainya tidak akan berubah. Dapat dikatakan bahwa kehadiran bilangan 0 pada penjumlahan dan pengurangan tidak mempunyai peran dan dapat diabaikan. Misalnya 7 + 0 = 7, -53 + 0 = -53, 25 – 0 = 25, -87 – 0 = -87. Filosofinya adalah: sesuatu yang keberadaannya tidak benar-benar ada jika ditambahkan atau dikurangkan dari apapun yang telah bernilai tidak akan merubah nilai itu. Hal ini dapat diartikan bahwa jika keberadaan kita ingin diperhitungkan dan diakui dalam masyarakat, kita harus bernilai dan memberikan kontribusi untuk masyarakat. So, don’t be selfish Guys!

Bilangan 0 dalam perkalian, sebuah bilangan baik positif atau negatif jika dikalikan dengan 0 akan menghasilkan 0. Misalnya 21 x 0 = 0, 0 x -18 = 0. Filosofinya adalah: jika kita telah memiliki sesuatu yang bernilai dan ingin menggandakan nilainya hindarilah bertemu dengan sesuatu yang tidak bernilai, karena hanya akan menelan semua nilai yang ada menjadi tiada.

Bilangan 0 dalam pembagian, sebuah bilangan baik positif atau negatif jika dibagi dengan 0 maka hasilnya tidak dapat didefinisikan. Misalnya 5 : 0 = tidak terdefinisi. Disini peran angka 0 benar-benar mencapai titik yang tidak terduga, dimana sebuah bilangan yang pada awalnya bernilai akan menghasilkan sesuatu yang tidak hanya tak benilai namun justru tak berarti (tidak didefinisikan).

So, pada dasarnya belajar matematika sungguh menyenangkan, banyak ilmu yang dapat kita kaji di dalamnya dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat.