Sumber: Kompas | Selasa, 20 September 2011 | 14:27 WIB (http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/20/14271424/Lebih.dari.50.Dosen.Bakal.Didoktorkan.di.Belanda)

DEN HAAG, KOMPAS.com – Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dikti Kemdiknas) dan Nuffic Nesso Indonesia melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk skema baru program beasiswa PhD. Melalui kerjasama ini, pihak Dikti menyediakan 50 beasiswa meraih PhD selama tiga tahun, sementara kelebihan satu tahun atau tahun terakhir studi akan ditanggung pihak perguruan tinggi di Belanda.

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Marrik Bellen, dan Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti Kemdiknas, Achmad Jazidie, Senin (19/9/2011), di Den Haag, Belanda. Penandatangan MoU tersebut disaksikan oleh Plt Duta Besar RI untuk Belanda, Umar Hadi, Dirjen Dikti Kemdiknas, Djoko Santoso, serta Renk Roborgh selaku Director-General for Higher Education, Vocational Education, Science and Emancipation.

“Seperti saya katakan sebelumnya, target pemerintah (Dikti) itu bukan hanya mengirim pelajar, tapi juga staf pengajar. Karena dari 160.000 dosen yang ada saat ini, baru 15.000 meraih PhD,” kata Dirjen Dikti Kemdiknas Djoko Santoso menyambut kerjasama tersebut.

Adapun beasiswa jalur khusus melalui Nuffic Neso Indonesia yang diperuntukkan bagi kalangan dosen ini dibuka mulai periode 2012. Pendaftaran aplikasinya dimulai pada akhir 2011 ini dengan syarat utama menyandang profesi dosen berusia maksimal 50 tahun saat melamar beasiswa dan telah memegang surat resmi untuk menjadi kandidat peraih PhD dari profesor di perguruan tinggi di Belanda.

“Sambutannya sangat baik. Bahkan, Universitas Leiden sudah minta 20 beasiswa dari jalur ini. Pihak mereka yang akan menanggung biaya di tahun keempat studi,” ujar Djoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Belanda melalui Ministry of Education, Culture, and Science dan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan Nasional juga telah menandatangi perjanjian kerjasama beasiswa. Lebih dari 50 beasiswa program PhD akan disediakan melalui skema perjanjian ini mulai 2012 mendatang sebagai pengembangan kerjasama berdasarkan penandatangan MoU yang pernah disepakati kedua pihak pada 11 Februari 2002 silam.

Dirjen Dikti Kemdiknas Djoko Santoso mengatakan, kerjasama ini dilaksanakan untuk meningkatkan pembangunan kapasitas pendidikan tinggi Indonesia setelah selama ini dilakukan melalui beragam program beasiswa seperti Beasiswa Dikti, Beasiswa Unggulan, Kerjasama Beasiswa Dikti-Neso, dan lain-lainnya. Melalui kerjasama ini, kesempatan meraih beasiswa Dikti juga diperkenalkan melalui program beasiswa Scientific Program Indonesian-Netherland (SPIN).