Sebagai orang tua tentunya ingin memiliki buah hati yang cerdas, dalam hal ini yang dimaksud adalah anak mudah dalam belajar matematika. Oleh karena itu, perhatian dan pendidikan yang tepat perlu diberikan kepada si buah hati. Berikut adalah beberapa peran orang tua dalam membantu anak belajar matematika selama anak pada masa prasekolah maupun masa sekolah.

Anak pada Masa Prasekolah

Selama anak pada usia prasekolah, orang tua dapat berperan memberi bantuan kepada anak untuk siap belajar membaca, memberikan langkah awal yang terbaik kepada anak dalam belajar matematika yaitu dengan membangun kemampuan mereka melalui konsep informal matematika dan juga beberapa keterampilan yang mendukung.

Beberapa aktivitas konkret yang dapat diterapkan dalam menumbuhkembangkan kemampuan matematika anak usia prasekolah antara lain:

  1. Bermain bersama anak. Sesibuk apapun aktivitas atau tugas kita dalam menempuh karir, sebagai orang tua yang bijak kita harus dapat mengalokasikan waktu khusus untuk bermain dengan anak dan memposisikan diri kita seperti teman bermain mereka. Contoh permainan yang dapat membantu anak dalam belajar matematika adalah permainan kartu dan permainan menggunakan papan;
    Menemukan kesempatan alamiah untuk menghitung, mengurutkan objek, mencocokkan kumpulan objek, mengidentifikasi bentuk-bentuk bangun (sambil membacakan cerita sebelum tidur, menaiki tangga, menata meja, dan bentuk permainan lain yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar);
  2. Menghitung sekumpulan objek dan menggunakan angka dan kata untuk mengidentifikasi kumpulan benda-benda yang sedikit jumlahnya;
  3. Membangun komunikasi dengan anak tentang masalah sederhana dalam matematika dan mencoba untuk merangsang anak mengeluarkan pendapatnya. Contoh: memberi pertanyaan tentang banyaknya sendok yang diperlukan untuk menata meja saat hendak makan; meminta mengambilkan vas bunga beserta dua bunga di dalamnya;
  4. Mengajak menemukan bentuk lingkaran pada suatu halaman buku yang sedang dibaca, meminta mengurutkan balok-balok dari ukuran yang paling besar hingga paling kecil.

Anak Usia Sekolah

  • Memiliki harapan yang besar. Sebagai orang tua kita harus menaruh kepercayaan pada diri anak bahwa mereka dapat berhasil dalam belajar matematika. Karena pencapaian matematika siswa dibentuk dan dibatasi oleh apa yang diharapkan dari mereka.
  • Berharap bahwa beberapa kebingungan yang akan timbul menjadi bagian dari proses belajar dengan menekankan pada usaha, bukan kemampuan. Hal tersebut yang akan diperhitungkan. Karena sebenarnya matematika dapat dipahami dan dituliskan dengan usaha yang sungguh-sungguh.
  • Menghindari keyakinan perilaku negatif dari matematika. Sebagai orang tua hendaknya menghindari berbicara kepada anak untuk tidak khawatir tentang jenis materi tertentu dalam matematika karena itu tidak akan digunakan.
  • Menanyakan kepada anak tentang apa saja yang telah mereka kerjakan di kelas matematika hari ini. Membimbing mereka untuk menceritakan dan menjelaskan secara detail. Hal ini akan membuat anak merasa bangga dengan segala pencapaian yang telah diperoleh di sekolah.
  • Berharap pekerjaan rumah atau tugas anak mengikutsertakan lebih dari proses perhitungan yang sederhana.
  • Memberikan masalah bermakna yang menggunakan angka atau bentuk yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Meminta anak untuk menjelaskan apa yang telah  mereka kerjakan.
  • Menjadi pembimbing untuk beberapa topik dalam buku yang masih membingungkan, penilaian dan juga instruksi.
  • Mengawasi alokasi dan penggunaan waktu secara teratur setiap hari aktif sekolah untuk instruksi pengembangan matematika yang masih membingungkan, contoh penggunaan waktu satu jam setiap hari.

Reference:

National Research Council. (2002). Helping Children Learn Mathematics. Mathematics Learning Study Committee, J. Kilpatrick and J. Swafford, Editors. Center for Education, Division of Behavioral and Social Sciences and Education. Washington, DC: National Academy Press.

About these ads